Jakarta, IMNUSANTARA.com - Ketua Umum Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Muhammad, meminta aparat penegak hukum mengusut secara menyeluruh kasus yang menimpa Fatur Rohman dan Bambang dalam rangkaian kerusuhan.Pernyataan tersebut disampaikan Habib Muhammad setelah menjenguk Fatur Rohman yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Menurut Habib Muhammad, Fatur merupakan pelajar kelas 12 sekolah menengah atas, sedangkan Bambang disebut telah meninggal dunia.Habib Muhammad menyebut kedua korban, berdasarkan informasi yang diterimanya, bukan merupakan peserta aksi, melainkan warga yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.“Melihat bahwa baik korban yang hilang nyawa Pak Bambang itu juga saudara Fatur, itu seorang anak kelas 12 yang masih di sekolah menengah atas, menjadi korban yang padahal kedua-duanya bukan peserta aksi, dia hanya warga,” ujar Habib Muhammad dikutip republikdepok Minggu, (30/08/2026). Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius aparat. Menurutnya, proses hukum tidak cukup hanya mengidentifikasi pihak yang diduga melakukan kekerasan secara langsung, tetapi juga perlu menelusuri rangkaian peristiwa secara menyeluruh.Habib Muhammad meminta aparat mengusut setiap dugaan pelanggaran yang terjadi hingga diketahui pihak-pihak yang bertanggung jawab.“Kita meminta aparat untuk betul mengusut dan mencari bukan cuma sekadar pelaku tapi otak di balik ini,” tegasnya.Ia juga mengkritik dugaan keterlibatan kelompok yang disebutnya menggunakan kekuatan preman dalam situasi kerusuhan.“Karena negeri ini bukan negeri preman,” ucapnya.Habib Muhammad mengatakan pihaknya menerima sejumlah informasi mengenai dugaan adanya kelompok yang turun dalam situasi kerusuhan. Ia meminta informasi tersebut diverifikasi dan ditindaklanjuti aparat melalui proses hukum agar fakta sebenarnya dapat terungkap.Dalam keterangannya, Habib Muhammad juga menyebut nama Hercules dan organisasi GRIB.Ia mengaku pihaknya memperoleh video yang menurutnya memperlihatkan Hercules bersama kelompok GRIB berada dalam situasi kerusuhan dengan membawa senjata tajam.“Kita banyak dapat informasi bahwa ada negara preman-preman turun yang dibikin oleh mereka-mereka yang sudah terkenal dengan sikapnya, terutama Hercules. Kita dapat videonya dengan GRIB-nya yang turun dengan bawa senjata tajam,” kata Habib Muhammad.Habib Muhammad juga mengklaim terdapat rekaman yang memperlihatkan seseorang membawa senjata api. Ia meminta aparat memeriksa dan memastikan keaslian serta konteks video tersebut.“Bahkan ada dalam video juga bawa senjata api dan kita minta segera usut videonya. Ada, segera biar tangkap,” tuturnya.Ia juga meminta aparat memeriksa Hercules apabila yang bersangkutan memang berada di lokasi kejadian.“Termasuk Herculesnya harus diperiksa untuk dimintai keterangan kalau dia ada dalam lokasi,” tegasnya.Pernyataan tersebut merupakan klaim dan permintaan dari Habib Muhammad. Kebenaran mengenai isi video, pihak yang berada di dalamnya, serta dugaan membawa senjata masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan aparat penegak hukum.Habib Muhammad memastikan DPP FPI akan mengawal proses hukum terkait kasus Fatur Rohman dan Bambang.“Jadi kami dari Dewan Pimpinan Pusat FPI akan mengawal kasus ini untuk betul-betul terus menerus,” jelasnya.Ia kembali menegaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, Fatur Rohman dan Bambang merupakan warga yang bukan peserta aksi. Bambang disebut meninggal dunia, sedangkan Fatur masih menjalani perawatan di rumah sakit.Habib Muhammad berharap aparat dapat mengusut perkara tersebut secara menyeluruh, termasuk mengungkap pihak yang diduga bertanggung jawab atas terjadinya kerusuhan.“Kami tidak mau negeri ini menjadi negeri preman, menjadi negeri kekuatan yang Pancasila untuk betul-betul disikapi dengan serius. Jadi kita minta sikap yang terbaik dari aparat. Usut tuntas sampai otak-otak,” pungkas Habib Muhammad.
https://imnusantara.com/berita/baca/2026/08/30/ketum-fpi-minta-kerusuhan-demo-di-dpr-diusut-tuntas-soroti-kasus-fatur-rohman-dan-bambang