Bogor, IMNUSANTARA.com - Dalam upaya mendorong kesadaran dan partisipasi aktif perempuan di berbagai sektor kehidupan, Pilar Foundation telah sukses menyelenggarakan kegiatan diskusi publik bertajuk NGOBRAS (Ngobrol Bareng Sambil Diskusi Asik) dengan tema "Perempuan di Ruang Publik : Politik... Perempuan dimana?". Ketua Pilar Foundation, Shaliha Az Zahra mengatakan hak-hak konstitusional perempuan di ruang publik bukanlah sekadar pelengkap, melainkan amanat konstitusi."Kehadiran perempuan di ruang publik dan politik bukanlah sebuah keistimewaan yang diberikan begitu saja, melainkan hak yang dijamin oleh negara. Jika kita merujuk pada UUD 1945, di sana sangat jelas diamanatkan bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di dalam hukum dan pemerintahan tanpa diskriminasi gender. Oleh karena itu, sudah saatnya perempuan mengambil peran strategis dan bersuara lantang dalam menentukan arah kebijakan publik," Kata Shaliha dalam sambutannya. Diskusi yang dimulai sejak pukul 19.00 WIB itu menghadirkan empat narasumber kompeten dari berbagai latar belakang, Komisioner Bawaslu Kab. Bogor Irvan Firmansyah, Anggota Fraksi PKB DPRD Kab. Bogor Hj. Nunur Nurhasdian, Aktivis Perempuan Dhita Putri Utami hingga Pengamat Politik Jeirry Sumampow. Salah satu sorotan utama datang dari Aktivis Perempuan, Dhita Putri Utami yang juga sebagai PNS di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Dalam diskusinya, ia menegaskan pentingnya keterwakilan perempuan dalam ruang publik, mengambil contoh konkret di ranah profesional."Keterwakilan perempuan sangatlah krusial, seperti halnya di KPI saat ini yang telah mencapai 50% dari total jajaran kepemimpinan. Kepemimpinan perempuan membawa perspektif unik yang berbeda dari laki-laki, sehingga memberikan dampak nyata dan komprehensif bagi sebuah organisasi," Tegasnya.Lebih lanjut, ia menggarisbawahi realitas kehidupan perempuan masa kini dalam kodratnya. "Kita tidak bisa menutup mata bahwa perempuan memiliki tantangan sekaligus keunggulan tersendiri, terutama dalam menyeimbangkan peran domestik dan tanggung jawab di ranah publik secara beriringan. Namun, hal itulah yang membentuk ketangguhan kepemimpinan seorang perempuan," Lanjutnya.Peserta yang hadir meliputi perwakilan dari berbagai organisasi perempuan, rekan-rekan media, hingga mahasiswa dari berbagai kampus yang memiliki kepedulian terhadap isu-isu gender dan ruang publik.Melalui acara yang dipandu oleh Lexsa Ardiaman P selaku MC dan Nofi Fitria Wahyuni sebagai Moderator, Pilar Foundation berharap dapat terus menjadi wadah edukasi dan inkubasi gagasan yang mendorong peningkatan kapasitas kepemimpinan perempuan, khususnya di wilayah Bogor dan sekitarnya. Keterlibatan lintas sektor dari media hingga anak muda diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang lebih inklusif dan ramah terhadap kiprah perempuan di masa depan.
https://imnusantara.com/berita/baca/2026/08/29/soroti-peran-perempuan-di-ruang-publik-pilar-foundation-gelar-ngobras-politik-perempuan-dimana