Jakarta, IMNUSANTARA.com - Ratusan Mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Tangerang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin ( 20/07/2026).Aksi tersebut sempat diwarnai ketegangan. Sejumlah mass aksi menggebrak pagar Gedung Bundar sambil meneriakkan yel-yel ke arah personel kepolisian yang berjaga.Dilansir Tempo, Massa beberapa kali berusaha merangsek ke gerbang Gedung Bundar Kejagung. Personel Sabhara dan Brigade Mobil (Brimob) kemudian membentuk barikade untuk menahan demonstran agar tidak memasuki kompleks Kejaksaan Agung. Aksi saling dorong dan adu mulut pun sempat terjadi.Di tengah aksi, massa meneriakkan, "Bajingan! Pengkhianat!" ke arah barisan polisi. Mereka juga berteriak, "Kalian tidak ada untungnya membela koruptor, polisi! Ngapain polisi ini melindungi koruptor?" Ucap orator aksiDari atas mobil komando, orator juga menyinggung nama mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah."Polisi dan TNI, kalian ngapain melindungi koruptor? Tidak ada untungnya melindungi Febrie," kata orator.Massa kemudian kembali menggebrak pagar Gedung Bundar sambil meneriakkan, "Tangkap! Adili!" dan "NKRI bukan harga mati, tapi sebentar lagi akan mati."Aksi bertajuk Gerakan Jilid II Indonesia Darurat Korupsi itu digelar untuk menuntut pemberantasan korupsi secara tegas, transparan, dan tanpa pandang bulu. Demonstran juga mendesak penegakan supremasi hukum yang independen, profesional, serta bebas dari intervensi kepentingan politik maupun oligarki.Meski sempat diwarnai ketegangan, aparat kepolisian berhasil menahan massa di luar gerbang Gedung Bundar. Tidak terjadi bentrokan fisik lebih lanjut maupun upaya demonstran memasuki kompleks Kejaksaan Agung."Febrie sang koruptor kita adili, kawan-kawan!" teriak orator menutup aksinya.
https://imnusantara.com/berita/baca/2026/07/20/mahasiswa-demo-di-kejagung-tuntut-febrie-andriansyah-segera-diadili