Jakarta, IMNUSANTARA.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 109 warga atau 45 kepala keluarga (KK) terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026). Selain menimbulkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan infrastruktur, bencana tersebut juga menyebabkan puluhan warga mengalami luka-luka.Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan hingga laporan sementara diterima, 24 orang mengalami luka ringan dan delapan orang lainnya mengalami luka berat. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan dari petugas di lapangan, sementara proses pendataan masih terus dilakukan."Data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diverifikasi seiring perkembangan asesmen di lapangan," ujar Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di daratan pada koordinat 1,03 derajat Lintang Selatan dan 120,24 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.Titik gempa berada sekitar 42 kilometer di tenggara Kota Palu, 54 kilometer di timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer di barat laut Kabupaten Poso, serta 81 kilometer di tenggara Kabupaten Donggala.Kabupaten Sigi Paling Banyak TerdampakKabupaten Sigi menjadi daerah dengan jumlah warga terdampak terbanyak. BNPB mencatat sekitar 69 warga atau 24 kepala keluarga terdampak di wilayah tersebut. Selain itu, sebanyak 21 warga mengalami luka ringan dan delapan lainnya mengalami luka berat. Sementara itu, di wilayah lain tercatat sekitar 40 jiwa atau 21 kepala keluarga juga terdampak. Di Kota Palu terdapat dua warga yang mengalami luka ringan, sedangkan di Kabupaten Poso satu orang dilaporkan mengalami luka dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Secara keseluruhan, wilayah yang terdampak gempa meliputi Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, dan Poso.Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum Mengalami KerusakanSelain korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada berbagai bangunan. Data sementara BNPB mencatat 64 rumah terdampak, termasuk empat rumah yang mengalami kerusakan ringan di Kabupaten Poso. Kerusakan juga terjadi pada empat tempat ibadah, empat fasilitas umum, dua jembatan, dua gedung perkantoran, satu tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu–Sigi–Poso mengalami amblas sehingga mengganggu akses transportasi.Di Kabupaten Sigi dilaporkan lima rumah terdampak, tiga di antaranya mengalami kerusakan ringan. Sementara itu, Kabupaten Parigi Moutong mencatat sedikitnya 15 rumah terdampak akibat guncangan gempa. Di Kota Palu, Jembatan III dilaporkan mengalami retakan. Selain itu, sebuah bangunan hotel dan satu tempat usaha juga mengalami kerusakan akibat guncangan.BMKG Catat Puluhan Gempa SusulanBMKG menyatakan aktivitas seismik masih berlangsung setelah gempa utama. Hingga pukul 14.00 WIB, tercatat 55 kali gempa susulan di sekitar wilayah episentrum. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, maupun pemerintah daerah. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh petugas berwenang.Pemerintah bersama instansi terkait terus melakukan pendataan, penanganan korban, serta asesmen terhadap kerusakan guna mempercepat proses penanganan darurat dan pemulihan di wilayah terdampak. Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, namun tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
https://imnusantara.com/berita/baca/2026/06/16/bnpb-109-warga-terdampak-gempa-m-67-di-sulawesi-tengah-32-orang-mengalami-luka