Jakarta, IMNUSANTARA.com – Pergerakan harga pangan nasional di pasar tradisional masih menunjukkan fluktuasi pada Sabtu (13/6/2026). Sejumlah komoditas strategis mengalami kenaikan, dengan bawang putih mencatat lonjakan harga paling signifikan. Di sisi lain, beberapa komoditas seperti cabai, daging ayam, dan telur ayam ras justru mengalami penurunan.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, harga beras di berbagai kategori bergerak tipis. Beras kualitas bawah I masih bertahan di angka Rp14.650 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas bawah II naik 0,35 persen menjadi Rp14.500 per kilogram.
Dilansir dari ekonomi.bisnis.com, untuk kategori beras medium, kualitas medium I mengalami kenaikan 0,31 persen menjadi Rp16.250 per kilogram, sedangkan kualitas medium II tetap berada di level Rp16.050 per kilogram. Beras kualitas premium juga ikut naik, dengan kualitas super I mencapai Rp17.550 per kilogram dan kualitas super II menjadi Rp17.000 per kilogram, masing-masing meningkat 0,29 persen.
Komoditas bawang masih menjadi penyumbang utama kenaikan harga pangan. Bawang merah tercatat naik 2,02 persen menjadi Rp55.450 per kilogram. Sementara itu, harga bawang putih ukuran sedang melonjak 8,88 persen menjadi Rp42.300 per kilogram, menjadikannya komoditas dengan kenaikan tertinggi pada hari ini.
Di tengah kenaikan harga bawang, kelompok komoditas cabai justru mengalami penurunan. Harga cabai merah besar turun 5,03 persen menjadi Rp61.300 per kilogram. Cabai merah keriting juga mengalami penurunan cukup tajam sebesar 7,95 persen menjadi Rp56.150 per kilogram.
Penurunan harga juga terjadi pada cabai rawit. Cabai rawit hijau turun 2,62 persen menjadi Rp53.900 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah terkoreksi 1,52 persen menjadi Rp74.550 per kilogram.
Untuk komoditas minyak goreng, minyak goreng curah turun 0,48 persen menjadi Rp20.600 per liter. Sebaliknya, minyak goreng kemasan mengalami kenaikan. Minyak goreng kemasan merek I naik 0,62 persen menjadi Rp24.200 per liter, sedangkan merek II meningkat 0,43 persen menjadi Rp23.300 per liter.
Harga gula pasir relatif stabil. Gula pasir premium masih diperdagangkan di angka Rp20.250 per kilogram, sementara gula pasir lokal naik tipis 0,26 persen menjadi Rp19.150 per kilogram.
Sementara itu, harga komoditas protein hewani bergerak bervariasi. Daging sapi kualitas I naik tipis 0,07 persen menjadi Rp148.600 per kilogram. Sebaliknya, daging sapi kualitas II turun 0,32 persen menjadi Rp139.650 per kilogram.
Harga daging ayam ras segar juga mengalami penurunan sebesar 2,49 persen menjadi Rp37.200 per kilogram. Adapun harga telur ayam ras segar turun 0,99 persen sehingga berada di level Rp30.100 per kilogram.
Secara umum, kondisi harga pangan nasional masih dipengaruhi oleh keseimbangan pasokan dan permintaan di berbagai daerah. Meski beberapa komoditas mulai menunjukkan tren penurunan, kenaikan harga bawang putih dan bawang merah masih menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi biaya kebutuhan rumah tangga serta sektor usaha kuliner apabila berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama.
https://imnusantara.com/berita/baca/2026/06/13/harga-pangan-13-juni-2026-bawang-putih-masih-naik-cabai-hingga-ayam-mulai-turun