Jakarta, IMNUSANTARA.com - Sebelum diamankan Kejaksaan Agung RI, Presiden Prabowo Subianto telah mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, dua wakil yakni Lodewijk Pusung dan Sony Sonjaya juga dicopot dari jabatannya.Pencopotan tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, (2/6/2026).Dilansir dari tribunmedan, Sebelum dicopot, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Irjen (Purn) Sony Sonjaya mengungkap maraknya penipuan jual beli titik atau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terjadi di sejumlah daerah.Dapur SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi adalah fasilitas dapur modern terstandarisasi yang dibangun oleh pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN).Tekait skandal jual beli dapur SPPG, dikatakan Sony saat mendatangi Bareskrim Polri untuk melakukan koordinasi pada Senin (25/5/2026)."Hari ini saya melakukan koordinasi dengan Satgas MBG Polri dan juga berkomunikasi dengan Kabareskrim serta Direktur Tindak Pidana Umum berkaitan dengan banyaknya laporan di beberapa daerah," kata Sony.Ia mengatakan salah satunya yakni yang sedang ditangani di Polda Jawa Barat, di mana pelaku telah berhasil ditangkap. Total korban mencapai 21 orang."Yang di Polda Jawa Barat itu Rp1,9 miliar. Rata-rata kerugian per orang Rp100 jutaan,” ujar dia.Ada sejumlah modus yang dilakukan para pelaku salah satunya yakni dengan berpura-pura mengenal orang dalam atau ordal untuk menawarkan jasa pengurusan titik SPPG dengan imbalan sejumlah uang.“Para pelapor merupakan korban penipuan dari pihak-pihak yang mengaku orang dekat pejabat BGN, bahkan ada yang mengaku sebagai pejabat BGN, lalu menawarkan jasa untuk mendaftarkan titik SPPG dengan permintaan sejumlah uang,” jelasnya.Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan jajaran kepolisian di wilayah Tangerang, Lombok Timur dan Batam seiring bertambahnya informasi mengenai korban dugaan penipuan.Sementara itu, Kasatgas MBG Polri Irjen Nurworo Danang menegaskan dukungan penuh Polri terhadap penegakan hukum atas dugaan penyalahgunaan Program Makan Bergizi Gratis, termasuk praktik jual beli titik SPPG.“Satgas MBG Polri mendukung penuh penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang menyalahgunakan program MBG untuk mengambil keuntungan dengan cara-cara yang menyimpang atau melanggar hukum,” ujar Danang.Ia mengungkapkan, sejumlah laporan pengaduan terkait dugaan penyimpangan telah ditangani di beberapa Polda. Sehingga ia mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran atau penyimpangan agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.“Kami mengharapkan kepada seluruh masyarakat, apabila menemukan adanya pelanggaran atau penyimpangan, khususnya terkait dugaan jual beli titik, agar segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum setempat, baik di Polres maupun Polda,” paparnya.Dilain sisi pengawasan juga dilakukan Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman langsung melakukan sidak ke beberapa SPPG setelah dilantik pada 27 April 2026.Sidak dilakukan diantaranya ke dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa, (12/5/2026).Dalam Sidak tersebut Dudung menemukan sejumlah persoalan serius, terutama terkait kebersihan, tata kelola dapur, dan standar kesehatan pangan.Dudung menemukan beberapa kondisi yang dinilai tidak sesuai standar, antara lain area dapur yang kotor, keberadaan belatung, pallet yang tidak memenuhi standar sehat, tempat pencucian yang tidak layak, ruangan dapur yang panas, serta area dapur kering, penyimpanan basah, dan gudang kering yang masih bercampur.Beberapa waktu kemudian, Dudung menemukan masalah lain.Selain masalah kebersihan, mantan KSAD tersebut menemukan adanya indikasi jual beli titik SPPG.Hal itu disampaikan Dudung usai bertemu Kepala BGN Dadan Hindayana di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2025.Dalam pertemuan tersebut, Dudung menyampaikan kepada Dadan bahwa Kantor Staf Presiden akan mengawal ketat program MBG.Sehingga tidak ada lagi oknum yang memperjualbelikan titik lokasi SPPG.“Sehingga tidak ada oknum-oknum yang jual-jual titik atau memanipulasi berupa keuntungan. Ini jangan sampai terjadi dan saya akan cek terus,” katanya.Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) beserta dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Soni Sanjaya."Kami mengucapkan apresiasi dari DPR RI kepada pemerintah yang kemudian telah mendengarkan aspirasi dari masyarakat maupun penerima manfaat dan juga hasil koordinasi dengan lintas kementerian dan juga masukan dari DPR," kata Dasco di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.Dasco berharap, evaluasi ini menjadi momentum bagi BGN untuk berbenah diri secara menyeluruh."Kami harapkan dengan adanya evaluasi dan evaluasi ini yang dilakukan secara menyeluruh BGN akan berbenah diri dan terus melayani masyarakat penerima manfaat," ujarnya. Ke depan, DPR menaruh harapan besar agar kepemimpinan BGN yang baru dapat mempercepat realisasi program pemerintah, khususnya dalam menjangkau kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).Pergantian ini tentu tidak akan mempengaruhi pelayanan yang berlangsung selama ini dan harapan kami bahwa tujuan pelayanan terhadap terutama daerah 3T dapat segera direalisasikan," ungkap Dasco. Pencopotan Dadan disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa malam.Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja kabinet selama hampir satu setengah tahun terakhir.Tanggapan Langsung DadanDadan Hindayana merespon pencopotan dirinya dari Kepala BGN.Terkati pencopotaan, Dadan mengatakan bahwa pergantian anggota kabinet merupakan hak Presiden Prabowo.“Beliau paham betul yang terbaik untuk melaksanakan program kerja yang dicanangkan,” kata Dadan, Selasa, (2/6/2026).Dadan berterimakasih kepada Presiden Prabowo Subianto karena telah memberi kepercayaan selama 1,5 tahun menjabat Kepala BGN.Jabatan tersebut kata dia tidak pernah terpikirkan sebelumnya.Dadan yakin Presiden Prabowo akan membawa kesejahteraan bagi bangsa Indonesia.“Insyaa Allah Beliau akan sukses memimpin bangsa Indonesia dan membawa kesejahteraan pada seluruh masyarakat,” katanya.Selain itu Dadan mengucapkan selamat bekerja kepada Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN serta Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru. Ia berharap pimpinan BGN yang baru tersebut akan membawa program MBG semakin berkualitas.“Selamat bekerja kepada pimpinan BGN yang baru. Insyaa Allah akan membawa program MBG makin berkualitas dan bermafaat untuk seluruh penerima manfaat,” pungkasnya. Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Sebelum Dicopot Prabowo, Irjen Purn Sony Sonjaya Datangi Bareskrim Ungkap Marak Jual Beli Dapur SPPG.
https://imnusantara.com/berita/baca/2026/06/04/sebelum-dicopot-waka-bgn-sony-sonjaya-sempat-ungkap-praktik-jual-beli-sppg