Bogor, IMNUSANTARA.com - Gerakan Mahasiswa yang mengatasnamakan Brigade Mahasiswa Bogor (BMB) melakukan demontrasi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor pada Kamis, 02/04/2026.Dalam aksinya Mahasiswa menyoal dan mempertanyakan transparansi tentang penyelenggaraan program Posyandu Digital yang menlan anggaran mencapai 20 miliar rupiah. Diketahui program tersebut diusulkan DPRD melalui Pokir dan dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor."Pokir 20 miliar untuk siapa?" Tulis sepanduk peserta aksiKoordinator Aksi BMB, Yuri mengatakan bahwa program Posyandu Digital yang lahir dari pokok pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Bogor bukan hal yang urgent di tengah kondisi efisiensi anggaran saat ini."Saya mempertanyakan urgensi dan relevansinya di tengah berbagai persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat desa, seperti rendahnya kualitas layanan kesehatan dasar, minimnya fasilitas posyandu konvensional, dan keterbatasan kapasitas kader di lapangan,” ujar Yuri kepada wartawan, dikutip dari bogor24update.Menurut Mahasiswa, Terdapat indikasi praktik tidak etis, termasuk dugaan cashback hingga 50 persen dari nilai proyek yang berpotensi melanggar prinsip transparansi.Dari sisi keadilan anggaran, alokasi Rp20 miliar dinilai belum tepat prioritas. Anggaran publik seharusnya difokuskan pada kebutuhan dasar masyarakat yang lebih mendesak dan berdampak langsung.Brigade Mahasiswa Bogor mendesak penjelasan terbuka dari DPRD serta investigasi oleh aparat penegak hukum.Mereka juga mendorong agar anggaran dialihkan ke program yang lebih substansial, seperti peningkatan layanan kesehatan, penguatan kader, dan penanganan stunting.(ZSAnjeli)
https://imnusantara.com/berita/baca/2026/04/03/brigade-mahasiswa-bogor--pokir-20-miliar-untuk-siapa