Jakarta - IMNUSANTARA.com - Aktivis serba Kaos Hitam yang mengatasnamakan Solidaritas Pemuda dan Pelajar ber-Gerak (SPPG) menggelar aksi demonstrasi di depan kawasan Markas Besar Polri, Trunojoyo Jakarta Jumat (27/2/2026). Sekitar 50 massa aksi mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol perlawanan terhadap sejumlah kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.Koordinator lapangan aksi, Faisal, menyebut demonstrasi tersebut sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara konstitusional atas berbagai isu yang berkembang."Suara rakyat adalah kekuatan perubahan. Kami hadir untuk memastikan negara tidak abai terhadap keresahan warganya," ujarnya dalam orasi sebagaimana dikutip Berimbang.comDesak Pengusutan Dugaan Teror Ketua BEM UGMIsu utama yang diangkat massa adalah dugaan teror dan intimidasi terhadap Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. Massa meminta aparat kepolisian mengusut tuntas dugaan tersebut secara profesional dan transparan.Menurut mereka, kritik yang disampaikan mahasiswa terhadap kebijakan publik tidak boleh dibalas dengan intimidasi dalam bentuk apa pun.Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penanganan dugaan teror tersebut.Soroti Kritik atas Tragedi Pendidikan di NTTDalam aksi itu, massa juga menyinggung surat terbuka BEM UGM tertanggal 6 Februari 2026. Surat tersebut merupakan respons atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di yang diduga mengakhiri hidup karena kesulitan membeli perlengkapan sekolah.Mahasiswa menilai peristiwa itu sebagai refleksi persoalan akses pendidikan dan kesenjangan sosial. Mereka juga menyoroti perbedaan antara capaian statistik pemerintah dengan kondisi riil masyarakat di lapangan.Pemerintah sendiri sebelumnya menyatakan komitmen untuk memperkuat program perlindungan sosial dan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, meski belum memberikan tanggapan khusus atas aksi ini.Kritik Peran Polri dalam Program MBGSPPG turut mengkritisi potensi keterlibatan kepolisian dalam aspek operasional Program MBG. Massa menilai tugas pokok Polri seharusnya tetap berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta perlindungan dan pelayanan publik.Mereka khawatir keterlibatan dalam urusan distribusi atau pengawasan teknis program pangan dapat menggeser fokus utama institusi.Belum ada pernyataan resmi dari kepolisian terkait pandangan tersebut.Tolak Impor Pick-Up Kopdes dan Keanggotaan Board of Peace Selain itu, massa menolak rencana impor 105.000 unit kendaraan pick-up untuk program Koperasi Desa Merah Putih. Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi berdampak pada industri otomotif nasional dan tenaga kerja dalam negeri.SPPG juga menyuarakan penolakan terhadap rencana Indonesia menjadi anggota permanen Board of Peace (BoP) dengan iuran sekitar Rp17 triliun. Massa berpendapat anggaran tersebut lebih mendesak dialokasikan untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.Aksi Berlangsung DamaiAksi di dua titik tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat dan dilaporkan berjalan tertib. Massa menegaskan demonstrasi dilakukan secara damai serta mengajak elemen mahasiswa dan masyarakat sipil untuk terus menyuarakan aspirasi secara konstitusional.Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah terkait tuntutan-tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut.
https://imnusantara.com/berita/baca/2026/03/01/solidaritas-pemuda-dan-pelajar-gelar-demonstrasi-di-mabes-polri-isu-mbg-hingga-impor-mobil-dari-india-