Jakarta, IMNUSANTARA.com - Pada tanggal 24 Februari 2026, Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara, yang lebih dikenal dengan nama Danantara Indonesia, resmi merayakan satu tahun berdirinya sebagai superholding BUMN yang didirikan dengan visi besar dari Presiden Prabowo Subianto. Mimpi untuk mendukung Indonesia Incorporated kini mulai berjalan dengan agenda ambisius, mengarah pada pembentukan BUMN yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada nilai komersial serta dampak pembangunan nasional yang lebih luas.Danantara menjadi lembaga yang mengatur dan mengelola aset negara dengan tujuan mempercepat transformasi industri dan memperkuat daya saing ekonomi Indonesia. Sebagai lembaga superholding pertama di Indonesia, Danantara memiliki peran penting dalam melakukan restrukturisasi dan konsolidasi perusahaan-perusahaan pelat merah yang memiliki potensi untuk mendukung perekonomian nasional. Dalam perjalanan satu tahun ini, banyak langkah yang diambil untuk mewujudkan visi besar yang diharapkan oleh Presiden Prabowo dan para pemangku kepentingan.Di usia satu tahun, Danantara Indonesia telah memulai langkah-langkah konkret untuk merestrukturisasi dan mengonsolidasi sejumlah BUMN yang dianggap memiliki peran strategis. Rosan Roeslani, CEO Danantara, menjelaskan bahwa visi dan keberanian Presiden Prabowo dalam mengelola aset negara lebih terarah dan terintegrasi. "BUMN tidak lagi bergerak sendiri-sendiri, tetapi selaras dalam satu orkestrasi nasional," ujar Rosan, menjelaskan semangat yang mendasari perjalanan Danantara.Langkah awal yang dilakukan Danantara adalah memperbaiki tata kelola BUMN dengan meningkatkan kredibilitas dan transparansi. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi aset negara yang dimiliki oleh BUMN, serta meningkatkan dampak sosial dan ekonomi dari investasi yang dilakukan.
https://imnusantara.com/berita/baca/2026/02/27/1-tahun-danantara-dan-transformasi-bumn-era-presiden-prabowo-