Jakarta, Im Nusantara – Rumah tangga influencer Tasya Farasya dengan Ahmad Assegaf resmi memasuki jalur hukum setelah gugatan perceraian terungkap ke publik. Keduanya menjalani sidang perdana dengan agenda mediasi, namun proses tersebut tidak menghasilkan kemungkinan rujuk.Tasya sempat memberikan komentar singkat kepada wartawan mengenai perceraiannya, sementara Ahmad dan kuasa hukumnya memilih bungkam. “Hati-hati ya, tolong ke kuasa hukum. Makasih banyak ya,” ujar Tasya saat ditemui, dikutip dari laman detikcom pada Rabu (24 September 2025).Kuasa hukum Tasya, M. Fattah Riphat, menyebut akar perceraian ini berkaitan dengan dugaan penggelapan dana perusahaan yang dijalani bersama sejak 2021. Ahmad diduga melakukan penyalahgunaan keuangan saat menjabat sebagai Chief Financial Officer (CFO). “Dan juga terkait dengan dugaan penggelapan itu, kami pun melakukan upaya hukum. Kami sudah mengajukan somasi terhadap mantan suami Ibu Tasya, terkait dugaan tersebut. Untuk selanjutnya nanti kita lihat perkembangannya bagaimana,” ujar Fattah.[*** prabowo-terbitkan-perpres-ikn-jadi-ibu-kota-politik-pada-2028-pakar-nilai-menyalahi-uu ***]Kuasa hukum lainnya, Sangun Ragahdo, menambahkan bahwa kepercayaan pengelolaan keuangan telah diberikan sejak 2021. “Namun, demikian, ternyata dugaan masalah penggelapan itu telah terjadi dari tahun 2021, sejak kepercayaan itu telah diberikan oleh Ibu Tasya,” jelasnya.Terkait hasil mediasi, Ragahdo menjelaskan bahwa sidang perdana hanya menghasilkan kesepakatan sebagian dan pokok perkara tetap buntu. “Hasil dari mediasi adalah sepakat sebagian. Tapi kalau ngomongin pokok perkara, ini tetap deadlock. Artinya, tidak dapat dirujuk kembali. Sehingga sidang selanjutnya akan diadakan pada tanggal 8 Oktober 2025,” ucapnya.Ia juga mengungkapkan bahwa perceraian secara agama sudah terjadi lebih dulu. “Sejak tanggal 10 September, sebelum gugatan ini kami ajukan, Bu Tasya telah ditalak oleh tergugat secara agama,” tambah Ragahdo.Dalam gugatan yang diajukan, Tasya meminta Ahmad tetap menunaikan kewajiban memberi nafkah meski dalam jumlah simbolis. “Dalam gugatan kami, kami mengajukan nafkah senilai Rp100 karena Tasya tidak ada nafkah menikah sehingga kami akan ajukan sebagai bentuk tanggung jawab bantuan suami pada anak-anak senilai Rp100,” ujar Ragahdo, dikutip dari laman insertlive.[*** ayah-penyanyi-pamungkas-meninggal-dunia-pada-selasa-23-september-2025 ***]Fattah menjelaskan bahwa rasa kecewa menjadi alasan utama perceraian. “Sakit hati yang luar biasa gitu. Ketika sudah punya suami, sangat dipercaya baik keuangan pribadi, keuangan perusahaan, dan lain-lain, tiba-tiba harus menghadapi seperti ini. tapi ingat ya, ini masih dugaan. Artinya, bukti-bukti masih kami kumpulkan, kami akan masih melihat sebenarnya ini arahnya ke mana sih,” katanya.Tasya pun membenarkan bahwa ia tengah menjalani terapi depresi akibat permasalahan ini. “Doain ya semuanya, mohon doanya aja. Iya betul-betul (lagi terapi), hati-hati semuanya. Saya takut ada yang jatuh,” ujarnya.Menurut Ragahdo, alasan Tasya menggugat cerai berfokus pada kepercayaan yang dikhianati serta pertengkaran yang tidak kunjung usai. “Fokus dalam gugatan kami adalah masalah kepercayaan. Kepercayaan yang telah diberikan sedemikian rupa, namun dikhianati. Klien kami merasa ada data-data yang menunjukkan dugaan penggelapan dalam perusahaan dengan nominal yang cukup fantastis,” terangnya.Namun, ia menegaskan bahwa nominal bukan hal utama dalam perkara ini. “Mau nilainya miliaran, puluhan miliar, belasan juta, atau bahkan satu juta rupiah, ini tetap tentang rasa kekecewaan yang telah dirasakan oleh Bu Tasya atas kepercayaan yang dikhianati,” jelas Ragahdo.
https://imnusantara.com/berita/baca/2025/09/25/tasya-farasya-gugat-cerai-ahmad-assegaf-usai-dugaan-penggelapan-dana-perusahaan