JAKARTA, Im Nusantara – Mantan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasehat Global Bloomberg New Economy bersama 21 tokoh dunia berpengaruh di bidang pemerintahan, bisnis, dan organisasi multilateral. Penunjukan ini diumumkan melalui laman resmi Bloomberg dan dinilai strategis bagi posisi Indonesia di panggung global.Bloomberg New Economy merupakan platform milik miliarder Michael Bloomberg yang berfokus pada dialog transformasi ekonomi di pasar berkembang. “Kelompok penasehat ini punya pengalaman tingkat tinggi, dan masukan mereka krusial buat misi kami,” tulis keterangan resmi Bloomberg.[*** demo-hari-tani-nasional-ke-65-tutup-jalan-gatot-subroto-arah-dpr ***]Dalam daftar penasihat, Jokowi disandingkan dengan nama-nama besar seperti Mario Draghi, mantan Perdana Menteri Italia sekaligus Presiden Bank Sentral Eropa, serta Gan Kim Yong, Wakil Perdana Menteri Singapura. Foto Jokowi saat menjabat presiden bahkan dijadikan ikon di laman resmi Bloomberg.Penunjukan ini disebut sebagai sinyal kuat atas keberhasilan Jokowi memimpin Indonesia yang tetap tumbuh 5 persen di tengah pandemi. Selain dikenal dengan proyek infrastruktur besar seperti kereta cepat Jakarta–Bandung senilai 7,3 miliar dolar AS, Jokowi kini berpotensi mendorong agenda ekonomi hijau dan pengelolaan mineral kritis di forum internasional.[*** siswi-smp-negeri-1-kendari-terekam-pesta-tembakau-sintetis-polisi-amankan-15-pelajar ***]Dalam wawancara bersama Bloomberg TV tahun lalu, Jokowi menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki peran penting dalam transisi hijau serta mendorong kesepakatan dagang mineral dengan Presiden Joe Biden. Kini, posisinya sebagai penasihat dinilai dapat mempercepat kerja sama strategis tersebut sekaligus membantu Indonesia mencapai target pertumbuhan 7 persen di era pemerintahan Prabowo Subianto.“Jokowi bukan cuma mantan pemimpin, tapi arsitek reformasi yang bisa inspirasi negara berkembang,” tulis Bloomberg dalam pengumuman resmi.
https://imnusantara.com/berita/baca/2025/09/24/jokowi-resmi-jadi-anggota-dewan-penasehat-global-bloomberg-new-economy