Im Nusantara – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi, resmi masuk sebagai anggota Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy. Penunjukan ini pertama kali diumumkan melalui laman resmi Bloomberg pada April lalu dan kembali disampaikan menjelang pertemuan tahunan forum tersebut yang dijadwalkan berlangsung di Singapura pada 19–21 November 2025.Dalam daftar penasihat global, Jokowi tercatat sebagai satu-satunya mantan kepala negara yang dilibatkan. Bloomberg memprofilkan dirinya sebagai politisi, insinyur, sekaligus pengusaha dengan riwayat panjang kepemimpinan mulai dari Wali Kota Surakarta, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden RI selama dua periode pada 2014–2024.[*** supremasi-sipil-ala-buruh-tolak-copot-kapolri-hentikan-aksi-tni ***]Dewan penasihat ini dipimpin oleh dua tokoh internasional berpengaruh, yakni mantan Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo serta eks Perdana Menteri Italia dan Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi. Pendiri Bloomberg LP, Mike Bloomberg, menegaskan peran keduanya sangat penting di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. “Pengetahuan mereka tentang pasar dan rekam jejak dalam membangun kemitraan publik-swasta membuat misi ini semakin relevan,” ujar Bloomberg dikutip dari Detik.Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy dibentuk untuk memberikan arahan strategis terhadap sejumlah tantangan besar dunia, mulai dari pergeseran perdagangan dan geopolitik, risiko rantai pasok, percepatan teknologi, hingga krisis iklim. Forum ini dirancang sebagai jembatan antara sektor publik dan swasta dalam merumuskan solusi demi kemakmuran global yang lebih adil dan inklusif.Selain Jokowi, jajaran penasihat global juga dihuni sejumlah nama berpengaruh, antara lain Gita Gopinath selaku Wakil Direktur Pelaksana Pertama IMF, Marc Rowan CEO Apollo Global Management, Ravi Menon Utusan Iklim Singapura, Noubar Afeyan pendiri Moderna, serta Dawn Fitzpatrick CEO Soros Fund Management.[*** supremasi-sipil-ala-buruh-tolak-copot-kapolri-hentikan-aksi-tni ***]Raimondo menekankan pentingnya forum ini untuk memperkuat ruang dialog internasional. “Di tengah ketidakpastian geopolitik dan perubahan teknologi yang cepat, menemukan titik temu untuk membangun kesejahteraan dunia menjadi semakin penting,” ucapnya dalam keterangan resmi yang dilansir Kompas.Bloomberg New Economy sendiri berdiri sejak 2018 sebagai wadah yang mempertemukan pemimpin negara, CEO multinasional, investor, hingga inovator. Forum ini telah digelar di sejumlah kota besar dunia seperti Beijing, Marrakesh, hingga São Paulo. Tahun ini, Singapura kembali menjadi tuan rumah dengan mengusung tema besar Thriving in an Age of Extremes.
https://imnusantara.com/berita/baca/2025/09/23/jokowi-resmi-bergabung-sebagai-anggota-dewan-penasihat-global-bloomberg-new-economy