Jakarta – Ikatan Alumni Magister Pariwisata Berkelanjutan Universitas Padjadjaran (Unpad) menyampaikan desakan agar Presiden Prabowo Subianto mencopot Zita Anjani dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata. Desakan ini muncul setelah Zita tidak menghadiri Seminar Nasional Magister Pariwisata Unpad 2025 bertema Pariwisata Berkelanjutan di Era Digital: Mewujudkan Industri Berdaya Saing, Inklusif, dan Ramah Iklim dalam Kerangka SDGs.Dalam siaran persnya, Ikatan Alumni menilai ketidakhadiran tersebut menimbulkan kekecewaan besar. “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia dan Program Studi yang telah bekerja keras serta berupaya maksimal mengundang Zita Anjani. Karena jabatan publik yang melekat pada seorang utusan khusus presiden ini harusnya menuntut integritas, komitmen, dan profesionalisme yang tinggi,” tulis mereka.[*** presiden-prabowo-tiba-di-bali-setelah-lawatan-ke-qatar-dan-abu-dhabi ***]Alumni Unpad mengaku telah melakukan investigasi bersama para stakeholder terkait sikap Zita yang dinilai semena-mena dan tidak menghargai ekosistem pariwisata. Mereka mengingatkan bahwa kasus serupa pernah terjadi sebelumnya, misalnya dalam kegiatan di Geopark Kebumen ketika Zita tidak hadir karena alasan pribadi hingga mengganggu jalannya acara.Lebih lanjut, kontribusi Zita disebut minim substansi meski dikenal publik dan populer di media sosial. “Kasus lain, Zita ini meminta sejumlah persiapan khusus kepada desa wisata, namun akhirnya tidak memberikan konfirmasi kehadiran hingga menit terakhir. Hal ini tidak hanya merugikan panitia dan peserta, tetapi juga mengecewakan komunitas desa wisata yang telah menaruh harapan,” ungkap mereka.[*** menkeu-purbaya-alihkan-rp200-triliun-kas-negara-dari-bi-ke-bank-himbara ***]Ketua Ikatan Alumni Magister Pariwisata Keberlanjutan Unpad, Carly, juga menyampaikan kritik keras. “Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Harus Tunjukkan Profesionalisme, Bukan Sekadar Popularitas,” tegasnya.Atas dasar itu, Ikatan Alumni meminta Presiden Republik Indonesia meninjau ulang posisi Zita. “Jabatan strategis dalam pembangunan pariwisata nasional harus diisi oleh sosok yang memiliki rekam jejak nyata, kapasitas akademik maupun praktis, serta komitmen penuh terhadap kemajuan pariwisata Indonesia,” tutup mereka.
https://imnusantara.com/berita/baca/2025/09/13/ikatan-alumni-unpad-desak-presiden-copot-zita-anjani-dari-jabatan-utusan-khusus