Jakarta, 11 September 2025 — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Bisnis dan Sekolah (BEM IBS) menggelar aksi simbolik bertajuk “September Hitam” di persimpangan McDonald’s Kemang, Jakarta Selatan, Kamis sore. Sekitar 75 orang berkumpul mulai pukul 16.33 WIB, menyerukan penegakan hak asasi manusia (HAM) serta tuntutan reformasi yang dinilai mandek.[*** parlemen-eropa-minta-pengakuan-negara-palestina-lewat-resolusi-mayoritas ***]Dalam aksinya, massa membawa spanduk dan poster bertuliskan “Keadilan untuk HAM”, “Indonesia Darurat HAM”, “Menolak Lupa Tragedi Kanjuruhan”, hingga “Negeri Milik Oligarki”. Lewat orasi yang disampaikan bergantian, mahasiswa menegaskan masih banyak kasus pelanggaran HAM, termasuk pembunuhan aktivis Munir Said Thalib pada 2004, yang belum tuntas hingga kini.[*** haornas-ke-42-kemenpora-angkat-tema-olahraga-satukan-kita-untuk-memperkokoh-persatuan-bangsa ***]Selain menyoroti isu HAM, mahasiswa juga menuntut percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) yang dinilai penting melindungi kelompok rentan. Aksi kemudian ditutup pukul 17.36 WIB dengan pembacaan Sumpah Mahasiswa Indonesia berisi tiga poin: bersumpah untuk tanah air tanpa penindasan, bangsa yang mencintai keadilan, dan bahasa tanpa kebohongan.Aksi berlangsung tertib, tanpa insiden maupun tindakan represif dari aparat. Massa kemudian membubarkan diri dengan damai.
https://imnusantara.com/berita/baca/2025/09/13/aksi-september-hitam-mahasiswa-di-kemang-serukan-keadilan-ham-dan-reformasi