Jakarta, 3 September 2025 – Pemerintah bergerak cepat meredam lonjakan harga beras premium yang masih berada di atas ambang batas Harga Eceran Tertinggi (HET). Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memerintahkan Perum Bulog memperluas operasi pasar, tidak hanya beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), tetapi juga beras premium yang selama ini belum digelontorkan dalam jumlah besar.Operasi pasar ini akan menjangkau hingga 4.000 titik di seluruh Indonesia, mencakup 7.282 kecamatan. Bulog menyiapkan 1,3 juta ton stok SPHP dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus memperbesar distribusi beras premium agar masyarakat lebih mudah mendapatkan harga terjangkau.[*** publik-pertanyakan-peran-menko-polkam-budi-gunawan-saat-kerusuhan-mengguncang ***]"Kami sudah menyampaikan saluran yang bisa digunakan adalah pemerintah daerah, baik melalui pasar, BUMD, maupun gerakan-gerakan lewat kecamatan, misalnya," katanya. Meski pasokan nasional berlimpah, harga beras premium masih tinggi akibat pergeseran distribusi. Beberapa penggiling kecil yang sebelumnya memasok ritel modern kini beralih ke pasar tradisional. Kondisi ini meningkatkan omzet pasar tradisional, tetapi membuat harga premium tetap melambung. Data terbaru mencatat, harga beras premium turun dari Rp16.208 menjadi Rp16.081 per kilogram, beras medium turun dari Rp14.049 ke Rp13.954 per kilogram, sementara beras SPHP tercatat Rp12.572 per kilogram.[*** kompol-cosmas-kaju-gae-dipecat-tidak-hormat-usai-kasus-tewasnya-pengemudi-ojol ***]Mentan menyebut situasi ini sebagai anomali, karena kenaikan harga justru terjadi di tengah ketersediaan pasokan yang cukup. “Anomali ini kita perbaiki bersama,” tegas Amran. Pemerintah optimistis langkah operasi pasar ganda ini dapat menstabilkan harga beras sekaligus menekan inflasi pangan.
https://imnusantara.com/berita/baca/2025/09/04/harga-beras-premium-bakal-lebih-murah-mentan-kerahkan-bulog-guyur-pasokan