Jakarta, 3 September 2025 – Ratusan mahasiswa dari 16 organisasi kemahasiswaan, termasuk BEM UI, GMNI, GMKI, KAMMI, dan HMI, menggelar audiensi dengan pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan. Mereka mendesak DPR membentuk tim investigasi independen untuk menyelidiki dugaan makar yang sempat disampaikan Presiden Prabowo Subianto serta rangkaian kerusuhan yang terjadi selama demonstrasi Agustus lalu.Ketua BEM UI, Agus Setiawan, menilai pernyataan presiden mengenai makar telah merugikan gerakan mahasiswa yang seharusnya berlangsung damai. Ia juga menekankan perlunya pengungkapan aktor di balik provokasi dan anarkisme, termasuk pengusutan tuntas kasus tewasnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan.[*** kpai-ajak-orang-tua-awasi-anak-dari-hasutan-demo-rusuh-via-medsos ***]"Yang pertama saya ingin ada tim investigasi independen yang dibentuk sesegera mungkin, mengusut tuntas berbagai persoalan berkaitan dengan dugaan makar terutama, sehingga kami bisa lebih lega bahwa gerakan kami hari ini dihambat oleh siapa harus jelas dalangnya siapa," jelas Agus."Kedua amanat yang ada di pundak pundak bapak bapak sekalian itu betul betul dijalankan untuk amanat rakyat," tambahnya. [*** atas-nama-580-anggota-dpr-sufmi-dasco-ahmad-sampaikan-permintaan-maaf-dan-janji-evaluasi-menyeluruh ***]Selain itu, mahasiswa juga melontarkan kritik terhadap kenaikan tunjangan DPR yang dinilai bertolak belakang dengan kondisi rakyat yang sedang menghadapi gelombang PHK dan penurunan daya beli. Agus menyebut, kebijakan itu mencederai rasa keadilan sosial."Terimakasih saudara Agus dari BEM UI, pertama terkait dugaan makar kedua terkait dengan kondisi ekonomi dikaitkan dengan kondisi DPR," ungkap Wakil Ketua DPR Saan Mustopa.Menanggapi aspirasi tersebut, pimpinan DPR, termasuk Wakil Ketua Saan Mustopa, mengapresiasi dialog terbuka dan rasional. DPR berjanji akan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa sesuai mekanisme yang berlaku.
https://imnusantara.com/berita/baca/2025/09/04/bem-ui-minta-pembentukan-tim-investigasi-dugaan-makar-usut-kasus-kerusuhan