Pemerintah Indonesia menetapkan anggaran Rp335 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026, naik drastis dari alokasi sebelumnya sebesar Rp71 triliun. Presiden Prabowo Subianto menegaskan, kenaikan anggaran ini bertujuan memperluas jangkauan penerima manfaat hingga 82,9 juta orang, terdiri dari siswa, ibu hamil, dan balita di seluruh Indonesia."Alokasi anggaran untuk MBG 2026 kita alokasikan sebesar Rp 335 triliun," kata Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan RUU APBN 2026 dan Nota Keuangan di Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).[*** mk-tegaskan-pendidikan-dasar-sembilan-tahun-sd-smp-wajib-gratis ***]Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut, tambahan anggaran diperlukan untuk mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Saat ini terdapat 5.885 unit SPPG yang beroperasi, dan jumlahnya ditargetkan meningkat hingga 18.916 unit agar program bisa berjalan optimal sejak Januari 2026.Selain berfokus pada peningkatan kualitas gizi, MBG juga diharapkan mendorong tumbuhnya ekonomi lokal. Pemerintah menilai program ini mampu menciptakan ratusan ribu lapangan kerja serta memberdayakan UMKM, petani, nelayan, hingga peternak, yang akan menjadi penyedia bahan pangan utama."Menciptakan ratusan ribu lapangan kerja baru dan memberdayakan jutaan petani, nelayan, peternak dan pelaku-pelaku UMKM."[*** polri-dan-bulog-salurkan-2424-ton-beras-dalam-gerakan-pangan-murah-serentak ***]Presiden menekankan, MBG tidak sekadar menyediakan makanan sehat, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi unggul. Dengan perbaikan gizi dan dukungan ekonomi kerakyatan, program ini diharapkan mampu memperkuat fondasi pembangunan manusia sekaligus menggerakkan roda perekonomian nasional.Kepala Negara menyampaikan bahwa MBG meningkatkan kualitas gizi anak-anak, kualitas sumber daya manusia masa depan Indonesia, dan memberdayakan UMKM serta ekonomi lokal. "Ekonomi lokal akan tumbuh semakin kuat, menciptakan ratusan ribu lapangan kerja baru, dan memberdayakan jutaan petani, nelayan, peternak, serta pelaku-pelaku UMKM," ujar dia.
https://imnusantara.com/berita/baca/2025/08/16/anggaran-makan-bergizi-gratis-2026-naik-drastis-jadi-rp335-triliun