Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia menerima penghargaan bergengsi dari Serikat Buruh Sedunia sebagai bentuk pengakuan atas peran aktifnya dalam mendukung hak-hak buruh di Tanah Air. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Sekretaris Jenderal International Trade Union Confederation (ITUC), Shoya Yoshida, dalam acara yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2025).Dalam pidatonya, Shoya menyampaikan bahwa pemberian penghargaan kepada institusi kepolisian merupakan hal yang sangat jarang dilakukan oleh ITUC. Biasanya, kata dia, penghargaan hanya diberikan kepada individu atau aktivis buruh."Malam ini merupakan sebuah peristiwa bersejarah, di mana apresiasi ITUC diberikan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia di bawah Kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai pengakuan atas peran dan dukungannya terhadap serikat pekerja dan pekerja di Indonesia," ujar Shoya.Shoya menambahkan, ITUC menghargai pendekatan humanis yang dilakukan oleh Polri dalam mengawal aksi unjuk rasa buruh. Menurutnya, sikap ini memperlihatkan komitmen Polri terhadap perlindungan hak asasi manusia dan menjaga ketertiban tanpa mengabaikan kebebasan berekspresi."Ada beberapa alasan utama mengapa apresiasi ini diberikan Polri. Pertama Kepolisian Negara Indonesia mengedepankan pendekatan yang humanis dalam menjaga keamanan dan ketertiban, secara khusus dalam aksi unjuk rasa ataupun demonstrasi buruh," jelasnya.Shoya juga menyinggung Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009 tentang implementasi prinsip-prinsip HAM, yang dinilai memperkuat posisi Polri sebagai institusi yang menghormati dan melindungi hak-hak warga negara.Tidak hanya dalam pengamanan aksi, Polri juga disebut aktif mendampingi pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), termasuk dalam proses penempatan kerja kembali."Kepolisian berperan aktif dalam mengawal proses penempatan kembali ribuan pekerja yang terkena PHK. Keterlibatan ini menjadi bukti nyata komitmen kepolisian dalam menjaga akses pekerja terhadap kehidupan dan penghidupan yang layak dan bermartabat," kata Shoya.Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara institusi negara dan serikat buruh menjadi kunci utama terciptanya demokrasi yang sehat dan inklusif."ITUC menyakini bahwa sinergi antara institusi penegakan hukum negara seperti kepolisian dan serikat buruh merupakan salah satu pilar utama dalam memperkuat kohesi sosial serta menjaga kelangsungan demokrasi yang sehat, inklusif, dan adil," pungkasnya.
https://imnusantara.com/berita/baca/2025/07/12/serikat-buruh-dunia-apresiasi-kepolisian-indonesia-dalam-melindungi-pekerja