Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali berduka setelah salah satu mahasiswanya, Bagus Adi Prayogo, ditemukan meninggal dunia usai terlibat kecelakaan laut di perairan Debut, Maluku Tenggara. Mahasiswa Fakultas Kehutanan itu sebelumnya dinyatakan hilang sejak Senin (30/6), setelah perahu motor yang ditumpanginya bersama mahasiswa lain dan warga setempat terbalik akibat cuaca buruk.Bagus tergabung dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Unit Manyeuw. Saat kejadian, ia bersama enam mahasiswa UGM dan lima warga lokal tengah menjalankan proyek revitalisasi terumbu karang. Dalam perjalanan kembali usai mengambil pasir sebagai bahan pembangunan Artificial Patch Reef (APR), satu dari dua perahu yang mereka gunakan dihantam gelombang tinggi dan angin kencang, menyebabkan kecelakaan tragis tersebut.Pencarian dilakukan secara intensif oleh warga dan tim SAR, hingga akhirnya jenazah Bagus ditemukan pada Selasa (1/7) pukul 23.00 WIT. Peristiwa ini juga merenggut nyawa satu mahasiswa lainnya, Septian Eka Rahmadi, yang lebih dulu ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian.Direktur Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM, Rustamadji, menyampaikan rasa duka mendalam sekaligus apresiasi atas dedikasi almarhum selama menjalani pengabdian di daerah. Ia menggambarkan Bagus sebagai mahasiswa yang cerdas, rendah hati, dan aktif dalam kegiatan sosial serta kemahasiswaan.“Bagus adalah sosok inspiratif yang menunjukkan semangat tinggi dalam setiap kegiatan. Kami sangat kehilangan dan turut berduka atas peristiwa ini,” ujar Rustamadji dalam siaran pers.UGM saat ini tengah melakukan koordinasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Pemerintah Provinsi Maluku, dosen pembimbing lapangan, serta KAGAMA (Keluarga Alumni Gadjah Mada) Maluku untuk mengurus pemulangan jenazah dan memberikan dukungan psikologis kepada mahasiswa yang selamat.Pihak kampus juga menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional keamanan kegiatan KKN. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan perlindungan menyeluruh bagi seluruh mahasiswa yang tengah menjalankan pengabdian di lapangan, terutama di wilayah rawan bencana.“Kami berterima kasih kepada semua pihak, mulai dari pemda, mitra lokal, hingga warga setempat yang turut membantu proses pencarian dan evakuasi. Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga agar ke depan kita lebih siap dalam menghadapi potensi risiko di lapangan,” tambahnya.Dengan kejadian ini, UGM menegaskan komitmennya untuk menjaga keselamatan dan hak mahasiswa dalam pengabdian masyarakat, serta memastikan setiap langkah yang diambil ke depan akan lebih berfokus pada pencegahan risiko dan pendampingan menyeluruh.
https://imnusantara.com/berita/baca/2025/07/02/mahasiswa-kkn-ugm-tewas-dalam-insiden-perahu-terbalik-di-maluku-tenggara-jenazah-ditemukan-setelah-pencarian-intensif