Sosok Pangeran Mangkubumi, Sekretaris Jenderal relawan Gibranku, tengah menjadi sorotan usai pernyataannya mengenai isu pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menuai kritik tajam dari pengamat politik Rocky Gerung. Pernyataan Pangeran dalam sebuah diskusi publik dianggap tidak tepat secara konstitusional dan menjadi bahan serangan balik dari Rocky.Dalam forum tersebut, Pangeran sempat menyampaikan argumentasi yang justru menjadi celah bagi Rocky untuk membalikkan logika yang disampaikan. Respons tajam Rocky disertai sindiran terhadap gaya pikir dan struktur argumentasi Pangeran, yang dinilai membingungkan dan kurang solid. Momen ini pun menuai perhatian warganet, terutama setelah ekspresi Pangeran tampak kebingungan dalam forum diskusi tersebut.Di balik sorotan tersebut, latar belakang pendidikan Pangeran juga mulai dikulik publik. Ia diketahui memiliki riwayat pendidikan di Universitas Pelita Harapan (UPH) dan aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan berbasis hukum. Hal ini sejalan dengan profilnya yang juga dikenal sebagai praktisi hukum, meski tak sedikit pula yang mempertanyakan kapasitas akademiknya dalam merespons isu-isu kenegaraan.Polemik ini pun memperkuat atensi publik terhadap peran relawan dan kualitas narasi yang mereka bawa ke ruang publik, khususnya saat menyangkut figur politik seperti Gibran. Sementara itu, respons keras Rocky Gerung menegaskan pentingnya akurasi konstitusional dalam setiap pernyataan yang dilontarkan oleh tokoh publik.Pangeran sendiri hingga kini belum memberikan tanggapan lanjutan terkait kritik tersebut. Namun peristiwa ini membuka ruang diskusi lebih luas tentang siapa yang layak tampil membawa aspirasi politik di tengah masyarakat, serta bagaimana kualitas retorika publik menjadi indikator kredibilitas para aktor politik dan simpatisannya.
https://imnusantara.com/berita/baca/2025/06/13/pangeran-mangkubumi-sosok-sekjen-relawan-gibranku-yang-tampil-membela-gibran-di-tengah-isu-pemakzulan