Larangan praktik perjudian online oleh pemerintah Kamboja membawa dampak besar bagi kota Sihanoukville, yang sebelumnya dikenal sebagai pusat industri judi online di Asia Tenggara. Setelah aturan tegas diberlakukan sejak 2020 dan makin diperkuat pada tahun-tahun berikutnya, kota tersebut kini mengalami perubahan drastis. Ribuan tempat usaha tutup, gedung-gedung kosong, dan jalan-jalan utama menjadi sepi.Kebijakan ini memicu eksodus besar-besaran pekerja asing yang sebelumnya mendominasi lapangan kerja di sektor perjudian digital. Diperkirakan lebih dari 200 ribu pekerja, terutama dari Tiongkok, Vietnam, Filipina, dan bahkan Indonesia, terpaksa kembali ke negara asal mereka setelah lapangan kerja mendadak lenyap. Banyak dari mereka bekerja sebagai operator teknis, customer service, hingga tenaga keamanan di perusahaan judi online yang beroperasi secara tertutup namun massif.Efek domino turut dirasakan oleh sektor ekonomi lainnya. Hotel, restoran, apartemen, dan jasa transportasi mengalami penurunan pendapatan secara signifikan. Sebagian besar investor menarik diri, meninggalkan proyek-proyek konstruksi mangkrak, dan membuat kota ini menyerupai kota mati.Pemerintah Kamboja menyatakan larangan ini diberlakukan demi menjaga stabilitas sosial dan memberantas aktivitas ilegal yang merugikan warganya. Namun, para ekonom dan pemerhati sosial menyebut bahwa transisi pasca-larangan tidak diiringi dengan strategi pemulihan ekonomi yang matang, sehingga kota-kota seperti Sihanoukville menjadi korban kebijakan yang tak terantisipasi.Meski demikian, pemerintah pusat mengklaim tengah menyusun rencana jangka panjang untuk mentransformasi kota tersebut menjadi kawasan wisata dan perdagangan legal, meskipun realisasinya.
https://imnusantara.com/berita/baca/2025/06/02/kota-judi-di-kamboja-berubah-jadi-kota-hantu-usai-larangan-judol-berlaku