Ekspansi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke berbagai negara Asia menandai tonggak penting dalam transformasi digital Indonesia. Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka menyatakan bahwa pencapaian ini membuktikan Indonesia bukan hanya konsumen teknologi, tetapi juga produsen teknologi digital yang diakui secara global. QRIS, yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), telah memperluas jangkauannya ke negara-negara seperti Jepang, India, Korea Selatan, Tiongkok, dan Arab Saudi, setelah sebelumnya terintegrasi dengan sistem pembayaran di Malaysia, Singapura, dan Thailand. Langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat konektivitas pembayaran digital lintas negara. Meskipun mendapat kritik dari Amerika Serikat, yang menyebut QRIS dan GPN menghambat perdagangan digital dan elektronik mereka, Bank Indonesia tetap melanjutkan ekspansi ini. Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menegaskan bahwa QRIS akan terus dikembangkan untuk mendukung transaksi antarnegara tanpa perlu konversi mata uang, memudahkan pengguna dalam melakukan pembayaran lintas batas. Inovasi terbaru, QRIS Tap, yang diluncurkan pada Maret 2025, memungkinkan pengguna melakukan pembayaran hanya dengan mendekatkan ponsel ke perangkat penerima pembayaran, tanpa perlu memindai kode QR. Teknologi ini memanfaatkan Near Field Communication (NFC) dan telah digunakan di berbagai moda transportasi umum seperti MRT Jakarta, Transjakarta, dan Damri. Dengan lebih dari 56 juta pengguna dan 38 juta merchant yang sebagian besar merupakan UMKM, QRIS telah mencatat volume transaksi mencapai 2,6 miliar dengan nominal Rp 262,1 triliun pada kuartal pertama 2025. Pencapaian ini menunjukkan peran penting QRIS dalam mendukung inklusi keuangan dan digitalisasi ekonomi Indonesia. Keberhasilan QRIS sebagai inovasi pembayaran digital menegaskan posisi Indonesia sebagai produsen teknologi digital yang mampu bersaing di kancah global. Langkah ini tidak hanya memperkuat kedaulatan digital Indonesia, tetapi juga membuka peluang baru dalam ekosistem ekonomi digital internasional.
https://imnusantara.com/berita/baca/2025/05/21/gibran-qris-bukan-sekadar-alat-bayar-tapi-simbol-kemandirian-teknologi-indonesia