Di tengah perbukitan sejuk Wonosobo, tepatnya di Desa Krasak, Kecamatan Selomerto, berdiri sebuah patung biawak raksasa yang kini menjadi ikon baru dan viral di media sosial. Dengan tinggi mencapai 7 meter dan lebar 4 meter, patung ini memukau banyak orang karena detailnya yang sangat realistis, seolah-olah biawak sungguhan tengah merayap di atas batu dengan lidah menjulur dan kepala menoleh ke kiri .Karya seni ini merupakan hasil inisiatif pemuda Karang Taruna Desa Krasak dan dikerjakan oleh seniman lokal, Rejo Arianto, dalam waktu sekitar 1,5 bulan. Menariknya, pembangunan patung ini tidak menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun dana desa, melainkan didanai melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Wonosobo serta swadaya masyarakat .Rejo Arianto, alumni Seni Rupa Institut Seni Indonesia Solo, memiliki pendekatan unik dalam menciptakan patung ini. Ia sengaja memelihara biawak untuk meneliti anatomi dan gerak-gerik reptil tersebut, guna memastikan hasil karyanya memiliki "jiwa" dan dapat dirasakan oleh semua orang .Sejak viral, patung biawak ini menjadi magnet wisata baru di Wonosobo, dengan rata-rata kunjungan mencapai 2.000 orang per hari. Banyak pengunjung yang datang untuk berfoto atau melakukan siaran langsung di media sosial mereka . Keberadaan patung ini tidak hanya memperindah lingkungan desa, tetapi juga meningkatkan perekonomian lokal melalui aktivitas wisata. Patung biawak di Desa Krasak kini menjadi simbol kekompakan warga, kreativitas seniman lokal, dan kearifan lokal yang mengangkat kekayaan fauna daerah sebagai identitas budaya.
https://imnusantara.com/berita/baca/2025/05/19/viral-patung-biawak-dengan-biaya-rp50-juta-di-wonosobo-jawa-tengah