TNI Angkatan Laut (TNI AL) menghadapi tantangan serius terkait tunggakan pembayaran bahan bakar minyak (BBM) kepada PT Pertamina yang mencapai Rp3,2 triliun. Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali, mengungkapkan bahwa kondisi ini mengganggu operasional dan berharap adanya pemutihan utang tersebut. Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, menilai bahwa pemutihan hanya solusi jangka pendek. Ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem penganggaran, perencanaan kebutuhan operasional, dan tata kelola penggunaan BBM. Khairul juga menyarankan audit objektif serta penguatan mekanisme pengawasan internal dan eksternal untuk memastikan efisiensi dan akuntabilitas penggunaan anggaran.
https://imnusantara.com/berita/baca/2025/04/29/tni-al-punya-tunggakan-bbm-rp32-t-pengamat-evaluasi-sistem-anggaran