Meskipun mendapat sorotan dari Amerika Serikat, sistem pembayaran digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) justru menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di Indonesia. Pada triwulan I 2025, transaksi QRIS tumbuh sebesar 169,15% dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan kuatnya sistem pembayaran nasional yang aman, efisien, dan terpercaya.Selama periode Ramadan dan Idulfitri 2025, transaksi digital melalui QRIS juga meningkat, dengan rata-rata pertumbuhan volume transaksi per pengguna mencapai 111% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa QRIS semakin diterima dan digunakan oleh masyarakat dalam berbagai aktivitas ekonomi.Bank Indonesia terus memperkuat infrastruktur sistem pembayaran untuk mendukung pertumbuhan ini. Volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 1,07 miliar transaksi, tumbuh 57,68% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan nilai mencapai Rp2.741,81 triliun. Selain itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tumbuh sebesar 0,69% menjadi 2,47 juta + Rp46.281,21 triliun
https://imnusantara.com/berita/baca/2025/04/25/meski-disorot-as-transaksi-qris-melonjak-tajam-di-indonesia