Tagline.id, Jakarta – Festival Keagamaan di India yang digelar pada Selasa (2/7/24) berujung menjadi tragedi yang mengerikan. Bahkan sisebut sebagai tragedi paling terburuk dalam lebih dari satu dekade terakhir di India.Setidaknya sebanyak 121 orang tewas akibat berdesakan dan terinjak-injak, sementara puluhan korban lainnya mengalami luka-luka imbas dari insiden maut yang terjadi di Uttar Pradesh, sekitar 200 km tenggara ibu kota negara, New Delhi. Insiden desak-desakan terjadi saat ribuan umat Hindu hendak pulang dari acara yang dihadiri pemimpin agama terkenal bernama Bhole Baba alias Narayan Sakaar Hari. Polisi India menyebutkan jumlah orang yang hadir dalam festival tersebut lebih dari 250.000 orang atau tiga kali lipat dari batas yang diizinkan dan sebagian besar dari mereka yang meninggal adalah perempuan, dengan tujuh korban tewas diantaranya anak-anak.Sebelum insiden desak-desakan maut itu terjadi, acara berjalan dengan khidmat, setelah khutbah selesai, sebagaian warga yang hadir bergegas lari menuju pintu keluar berusaha menyentuh kaki pendeta Bhole Baba.Media lokal India melaporkan, warga berusaha mengumpulkan debu bekas injakan atau ban mobil dari “tokoh agama” itu. Hal tersebut kemudian memicu kerumunan warga yang berdesak-desakan hingga mengakibatkan banyak orang terinjak-injak. Dikutip dari India Today, Komisaris Divisi Kota Aligarh di Negara Bagian Uttar Pradesh Chaitra V, menjelaskan orang-orang mungkin telah kehilangan pijakan saat mereka mencari air di tengah cuaca yang panas. “Ada lumpur basah di satu tempat dimana orang mungkin terpeleset. Juga karena panasnya cuaca, orang-orang mungkin telah berjalan ke tempat di mana air disimpan dan hal ini juga dapat menyebabkan insiden ini” katanya.Menanggapi insiden ini, pihak berwenang India telah membentuk komite khusus guna menyelidiki insiden tersebut. Adapun panel ini akan dipimpin oleh Direktur Jenderal Tambahan Kepolisian Agra dan Komisaris Aligarh.Pihak berwenang India mencurigai adanya penambahan jumlah orang yang membeludak menjadi pemicu terjadinya insiden mematikan itu. Pihak kepolisian hanya memberikan izin bagi 80.000 orang berkumpul namun nyatanya lebiih dari 250.000 orang hadir dalam festival tersebut. “Kelalaian pihak berwenang juga akan diselidiki dan tindakan akan diambil berdasarkan laporan yang tersedia dalam waktu 24 jam” ujar Kepala Kepolisian Negara Bagian Uttar Pradesh, Prashant Kumar.Kepala Uttar Pradesh, Yogi Adityanath menyampaikan belasungkawa dan memerintahkan penyelidikan atas insiden tersebut. Perdana Menteri juga telah mengumpulkan santunan sebesar 200.000 rupee (hampir Rp. 40 juta) untuk keluarga korban yang meninggal. Sementara untuk korban luka akan mendapat bantuan sebesar 50.000 rupee (hampir Rp10 juta). -AYU
https://imnusantara.com/berita/baca/2024/10/07/diduga-berebut-mengumpulkan-debu-pijakan-tokoh-agama-121-orang-tewas-terinjak-dalam-festival-keagamaan-di-india